Sebagai bentuk dari rasa berduka akibat dan penghormatan dari para korban gempa yang terjadi beberapa waktu lalu di New Zealand, tepatnya Christchurch kini negara tersebut tengah tenang saat mengheningkan cipta yang berlangsung selama dua menit. Akibat dari gempa berkekuatan 6,3 SR ini, telah menewaskan korban lebih dari 240 jiwa. Seperti diketahui, korban tewas akibat gempa di kota terbesar kedua di Selandia Baru tersebut tercatat mencapai lebih dari 240 jiwa. Sementara ratusan warga lainnya saat ini dilaporkan masih dalam keadaan hilang. Pada pukul 12.15 waktu setempat, warga Selandia Baru mengenang korban gempa yang berkekuatan 6,3 skala richter tersebut, pada Selasa 22 Februari lalu.
“Kita mengenang para korban tewas akibat gempa yang melanda pada 22 Februari lalu,” ungkap Pendeta Anglican Peter Beck seperti dikutip AFP, Selasa (1/3/2011). Beck mengingatkan kembali gempa tersebut merubuhkan sebagian katedralnya dan menewaskan 22 orang. Tampak Perdana Menteri John Key berdiri di tengah kota yang hancur lebur tersebut, sebagai penghormatan kepada warga yang terbunuh. Key menyebut di hari gempa itu melanda, merupakan hari paling menyedihkan bagi Selandia Baru. Selain di Christchurch, upacara peringatan kepada korban gempa juga dilakukan di kota lain. Di Ibu Kota Wellington, banyak orang tampak mengeluarkan air mata sebagai tanda berkabung kepada korban gempa yang tewas.






0 komentar:
Posting Komentar